
Digerogoti Tumor, Afri 70 hari tidak makan
Dimuat Banyumas1 29 July 2009 dalam Kategori GALERI FOTO, KESEHATAN, PURBALINGGA. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini
MASIH ingat berita Afri Kurniasih (8,5) warga RT 2 RW 3, Desa Bojong (Mrebet) yang menderita Tumor Humeri Dis B. Usai mendapatkan pengobatan yaitu merelakan tangan kanannya diamputasi akhir Maret lalu, saat ini kondisinya justru semakin memburuk. Tumornya dikabarkan menyerang ke bagian mulut dan mata serta mukanya. Afri kini benar-benar mengharap uluran tangan dermawan untuk membantnya.
Akibat derita itu, Afri tidak bisa makan dan hanya minum. Kondisi itu sudah berjalan sekitar 70 hari sejak tumor ganas itu kembali menjalar. Padahal keinginan untuk makan selalu dilontarkan gadis kelas 2 SD itu kepada orang tuanya. Namun nyatanya mulutnya hanya bisa untuk meminum teguk demi teguk air saja.
Saat ditemui banyumasnews.com, Rabu (29/07) Samyono (45) kakek Afri mengatakan, sekitar akhir Maret tangan cucunya diamputasi di RS Margono Sukarjo, Purwokerto. Usai amputasi hampir dua bulan kondisinya membaik. Bahkan ketika dikunjungi wartawan dari beberapa media juga mengatakan sudah mau sekolah lagi.
“Tidak lama setelah itu kondisinya berubah total. Mulut dan rongga serta mata membengkak serta tidak bisa untuk menelan dan kabur saat melihat. Keluarga bermaksud menggunakan Jamkesmas untuk berobat kembali, namun karena ketiadaan biaya, kami bawa pulang dan dirawat hingga sekarang,” papar Samyono.
Ditambahkan Samyono, menurut dokter tumor yang dulu menjalar kembali. Kebagian mulut dan mata serta mengakibatkan susah menelan. Keluarga sangat mengharapkan uluran tangan dermawan untuk meringankan atau bahkan membantu biaya pengobatan Afri. “Orang tua hanya bekerja sebagai penderes, dan kami juga dari keluarga tidak mampu,” imbuhnya.
Ayah Afri, Rumedi (31) mengungkapkan awal mula anaknya menderita tumor itu, sekitar Oktober 2008 lalu Afri mengeluh ada benjolan di sekitar siku dengan ukuran kecil. Pihak keluarga membawa ke pengobatan tradisional dan diurut (pijat). Hasilnya memang sembuh, namun tidak sampai satu bulan benjolan itu kembali tumbuh dan terasa sakit.
Kemudian pada awal Januari 2009 keluarga berinisiatif periksa ke RSUD Banyumas. Penanganan dilakukan dokter dengan sedikit melakukan pembedahan, namun usai berobat, kesembuhan masih minim. Bahkan ada semacam pembengkakan yang akhirnya pecah.
Pihak RSUD Banyumas, menyarankan anaknya berobat ke Rumah Sakit Margono Sukaryo (RSMS) Purwokerto untuk cek darah dan lainnya. Hasil dari pemeriksaan tim dokter Patologi di dapatkan tumor Humeri itu.
“Dokter juga menyarankan untuk diamputasi. Namun kami keluarga belum siap. Selain biaya, keluarga belum siap mental menghadapinya,” ujar Rumedi, kemarin. Kerena itu keluarga berharap ada dermawan yang bisa membantu kesulitan tersebut (banyumasnews.com/pbg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar